img
Dipublikasikan : 2019-09-05 15:43:45 | Lihat : 11

Banyak orang-orang yang belum mengetahui bahwa memberi makan dan minum dalam islam adalah termasuk amalan jariyah. Sebagian orang hanya mengetahui amalan Jariyah berupa membantu pembangunan tempat ibadah, rumah sakit, jalan, Dll.

Sebenarnya masih ada amalan-amalan lain yang bisa menjadi amal Jariyah bagi seseorang, diantaranya yaitu memberi makan dan minum kepada orang lain.

Sabda Nabi S.A.W yang dishahihkan dalam riwayat Imam Ahmad berbunyi:

“ Tidak ada makanan atau minuman yang dihidangkan untuk orang lain ataupun untuk diri sendiri, kecuali Allah jadikan bagian dari makanan dan minuman itu berkah”.

Artinya makanan tersebut akan berada di tubuh orang yang mengonsumsinya selama dia masih hidup.

Sebagai contoh saat seseorang melakukan suatu amalan kepada orang lain maka pahala tersebut juga akan didapat oleh kedua orang tuanya, mengapa? Karena seseorang dibesarkan lewat asi Ibu dan dirawat dari nafkah Ayah sehingga dapat bertumbuh dan hal tersebut dapat menjadi amal jariyah bagi kedua orang tua.

Dalam sebuah hadist riwayat Imam Muslim seorang sahabat nabi bertanya :

“ya Rasulullah, perbuatan apa dalam islam yang baik sekali dan pahalanya besar sekali selain amalan yang wajib?”  dan Rasulullah tidak menjawab perbanyaklah sholat sunnah, puasa sunnah, dzikir, dan ngaji, mengapa demikian? Karena amalan-amalan tersebut hanya bersifat individual. Tapi Rasulullah S.A.W menjawab:

“ Berikanlah makan dan minum kepada orang yang kamu kenal atau kamu tidak kenal dan engkau menyebarkan salam kepada orang muslim yang kamu kenal atau tidak kenal”.

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa makanan atau minuman yang diberikan kepada orang lain akan diserap dan menjadi bagian dari tubuh tersebut. Oleh karena itu, setiap kebaikan yang dilakukan orang-orang yang kita beri makan, pahalanya juga akan mengalir kepada kita selama dia masih hidup.